Baturaden.. yuup, jangan ngaku
orang purwokerto deh gaess kalo kalian belum pernah ke tempat wisata yang satu
ini. Tempat wisata yang letaknya disebelah selatan kaki gunung slamet ini
menjadi tempat favorit bagi masyarakat lokal maupun dari luar kota Purwokerto. Lokawisata
Baturaden terletak
pada ketinggian sekitar 640m di atas permukaan laut. Di tempat ini kalian dapat menikmati
panorama yang begitu indah. Selain keindahan alam yang begitu asri, ternyata
tempat ini memiliki banyak legenda dan salah satunya yaitu Lutung Kasarung yang
sudah cukup terkenal dimasyarakat.
Baturaden dapat ditempuh
menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar
15 kilometer dan dapat
ditempuh dalam waktu 25 menit dengan lalu lintas yang tidak
terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum kalian dapat naik
angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata
Baturraden. Jika ingin lebih praktis kalian bisa menggunakan taksi. Namun jika
kalian memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati ya
gaess karena jalan yang lumayan menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.
Selain akses yang mudah, diarea
wisata ini juga tersedia hotel atau penginapan jika kalian ingin bermalam disini. Dan kalau
kalian kesini ngga usah khawatir nyari makanan gaess karena ditempat ini banyak
pedagang yang menjajakan makanan. Kalau udah di lokawisatanya perlu banget deh
nyobain yang namanya sate kelinci. Penasaran rasanya kayak gimana gaes?? Yook
langsung aja ke baturaden gaes :D
Salah satu tempat favorit bagi
pengunjung dilokawisata Baturaden yaitu Sungai Cadas yang mengalir cukup deras
diantara bebatuan sungai yang membelah lokawisata ini karena berada dilokasi
terbuka dengan genangan/tampungan air yang tidak begitu dalam dan sangat sesuai
untuk bermain air. Selain itu di Baturraden kalian juga dapat melakukan terapi
penyakit melalui air panas.
Wahana lainnya
yaitu kolam renang, pemandian air hangat, air terjun, sepeda air, berbagai
mainan buat anak-anak ataupun remaja bahkan orang tua pun banyak yang
berkunjung ke tempat ini. Karena lokawisata ini memang cocok digunakansebagai
tempat wisata keluarga.
Inilah tempat pertama yang akan
kalian jumpai saat pertama kali masuk dari pintu utama. Cukup dengan 8ribu
rupiah kita bisa memasuki tempat wisata ini (ini waktu tahun 2014 ya gaes).
Tapi kalo kalian ingin mencoba beberapa wahana, ada yang dikhususkan untuk
membayar lagi seperti naik sepeda air, masuk ke Pancuran 3 dsb.
Selain pemandian air hangat
disini juga dijumpai curug kecil yang berada disebelah kolam. Air yang mengalir
begitu jernih dan dingin. Cocok sekali nih gaess kalo kita lagi kepanasan trus
berendam aja nih disini.
Nah jika kita naik ke atas lagi
kita akan menjumpai pancuran 7. Seperti namanya pancuran di tempat itu
berjumlah 7 mata air. Namun jarak antara pancuran 3 ke pancuran 7 lumayan jauh
sekitar 2Km dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Tangga yang berada di belakang
saya merupakan jalan yang harus kita lewati saat kita akan naik ke Pancuran 7.
Jalannya naik turun ibarat melewati bukit dan lembah kecil. Sebenarnya untuk menuju
Pancuran 7 kita dapat menggunakan dua jalur, yaitu menggunakan kendaraan umum/pribadi
atau berjalan kaki. Namun waktu itu saya memilih untuk berjalan kaki. Walau pun jalannya bisa dikatakan lumayan parah tapi masih ada yang bisa
dinikmati di sepanjang perjalanan yaitu suasananya yang begitu sejuk
dengan pohon-pohon tinggi yang berderet di sepanjang jalan. Untuk sampai ke Pancuran 7 diperlukan waktu
sekitar 40 menitan deh. Itu juga diselingi waktu istirahat untuk menarik napas
karena kita harus melewati ratusan tangga kecil yang membuat kita ngosngosan
sehingga bentar-bentar istirahat:D. Di tengah perjalanan terdapat beberapa
tempat duduk yang digunakan untuk beristirahat para wisatawan yang akan ke
Pancuran 7. Sesekali kita juga menjumpai sungai kecil. Pancuran 7 merupakan
ikon dari tempat wisata Baturaden.
Untuk masuk ke Pancuran 7 kita
juga dikenai retribusi sebesar 10ribu (itu dulu waktu tahun 2014 ya gaess).
Awalnya saya kaget karena Pancuran tersebut tidak sebesar yang saya bayangkan.
Setelah sampai disana saya langsung membasuh wajah saya dengan air jernih yang
mengalir dari mata air tersebut dan ternyata waoow panas binggo gaess. Untuk foto
disebelah pancuran inipun saya harus menahan kaki saya yang sebenernya begitu
panas saat menapak di bebatuan dan ini bisa terlihat dari kepulan asap didepan
saya.
Disini tidak hanya terdapat
pemandian air hangat, namun ada juga pijat belerang. Banyak tukang pijit yang
menawarkan untuk pijat menggunakan belerang. Sayangnya
tempat pijat tersebut terbuka sehingga kesannya jadi tontonan orang banyak.
Selain itu disini juga ada
tempat yang menarik lagi yaitu Goa Selirang. Goa ini terletak dibawah pancuran
7 dan masih satu rangkaian dengan Pancuran 7. Sebelum ke bawah, dijumpai tempat
duduk yang digunakan untuk melihat indahnya view kota Purwokerto dari atas sini.
Nah inilah view yang membuat kita begitu takjub akan keindahannya bak permata
hijau yang begitu mempesona karena asrinya pepohonan di belakang saya.
Goa selirang merupakan goa yang
kecil namun sangat mempesona. Karena warna pada dinding goa bukan seperti
bebatuan goa pada umumnya. Goa selirang memiliki dinding yang berwarna keemas-emasan
yang terbentuk secara alami. Diatas goa mengalir air yang sangat dingin dan
deras. Namun kita tidak bisa memasuki goa tersebut karena kecil dan tidak
begitu panjang lorong di dalam goa tersebut.
Setelah menikmati pesona goa
selirang lalu kita beranjak ke tebing yang letaknya berada di atas goa selirang
tadi. Di bukit ini mengalir air yang begitu hangat dari atas tebing kebawah
secara perlahan dengan kemepul asap diatasnya . Hal yang membuat kita tertarik
berada disini itu karena warna dari tebing yang keemasan dengan sedikit warna
hijau sehingga lain daripada yang lain. Seluruh bagian tebing
tersebut dialiri air panas yang mengalir secara perlahan kebagian bawah tebing,
sehingga tampak seperti batu ber-uap. Kombinasi warna begitu menarik
dan sangat indah sekali untuk dinikmati, suatu hal yang membuktikan bahwa warna
natural memang selalu serasi dan enak
dilihat mata.
Bagi kalian yang belum pernah
mencoba tempat wisata ini, recomended banget deh gaes buat ke tempat ini. Tapi
saran saya kalo mau ke sini harus berangkat di pagi hari. Rasanya kurang puas
aja gaes kalo cuma mampir ke sini sebentar. Selain itu tempat wisata ini kan berada
pada dataran tinggi jadi pada sore hari terkadang sudah berkabut dan kadang
diliputi rintik hujan. Okee gaes itu dia destinasi tempat wisata di Kota
Purwokerto. Pokoknya recomended banget deh buat kalian yang belum pernah
kesana.







